Setiap orang pasti punya cita-cita, karena cita-cita selalu ditanyakan oleh pak guru/bu guru ketika kita kelas 1 SD :-D. Jutaan hayalan muncul dalam benak anak usia 4 - 10 tahun. Saya sendiri waktu masih TK ditanyain mau jadi apa, dengan percaya diri saya jawab "jadi dokter bu...!". dan seingat saya, lebih dari separo kelas bercita-cita jadi dokter. Cita-cita lain yang banyak diminati adalah polisi, tentara, guru, perawat, presiden, menteri dan pilot.
Setelah masuk SD, pengetahuan saya semakin luas (hahhaha), dan dengan mantab saya bertekad untuk merubah cita-cita saya. ASTRONOT. Yup! Saya ingin dan sangat ingin jadi astronot. Keren aja bisa terbang ke bulan. Dan waktu itu, planet yang pertama kali ingin saya kunjungi adalah Mars, karena saya ingin bertemu dengan alien. Hahahahha! Setelah kemampuan berpikir jernih saya muncul, akhirnya saya berganti cccita-cita lagi menjadi SEKRETATIS. Hahahhaha! Menjelang lulus SMP, cita-cita saya akhirnya berubah menjadi PROGRAMMER. Dan itu bertahan lebih lama dari cita-cita saya untuk menjadi astronot.
Demi menjadi programmer yang handal (ciehh..), saya memilih masuk SMK dengan jurusan teknik informatika. Waktu itu, jurusan IT hanya dimiliki STM. Otomatis saya jadi sekolah di STM, yang akhirnya berimbas pada ketidakmampuan saya sekarang dalam "memoles" diri. Hahhahah..
Sedikit melenceng dari jalur utama, IT, ketika kuliah saya justru mengambil jurusan Teknik Elektronika. Masa-masa sulit adalah di awal perkuliahan. Sempat kecewa, pengen berhenti, tapi mengingat biaya masuk kuliah sedemikian besar, akhirnya saya lanjutkan saja. Toh IPK saya tidak jelek walopun setengah hati di jurusan ini.
Guru. Sempat menjadi cita-cita saya. Walaupun sejujurnya saya tidak berminat, akhirnya saya ambil kuliah kependidikan pasca lulus diploma 3. Untung selesai dalam waktu kurang dari 2 tahun. Kalo engga, bisa pingsan karena bosan. Saat kulih, KKN, PPL inilah akhirnya saya kenali diri saya, bahwa saya TIDAK INGIN MENJADI GURU. Yah...setidaknya untuk saat ini. Mengingat, cita-cita saya berubah-ubah sejak umur 5 tahun. Namun orang tua tetap berharap saya bisa jadi guru. Hh...tapi ini adalah hidup saya. Biarlah saya yang menentukan. Untunglah suami saya mendukung setiap gerak langkah saya (saya menikah 7 bulan sebelum lulus kuliah).
Dan sekarang, terdampar di kota kecil dipinggiran kota hujan, saya mencoba-coba karir. Jadi buruh di perusahaan yang kepemilikan sahamnya sebagian besar milik orang jepang. Dengan berbekal ijazah teknik elektronika saya mencoba menerjunkan diri di dunia yang saya sempat kenal waktu SMK, IT. Saya tidak se-expert rekan-rekan saya di IT. Saya juga tidak pandai coding, programming, atau bikin syntax yang alamaaaak...susah. tapi mungkin ada sesuatu dalam diri saya yang membuat perusahaan ini mau sedikit berbagi rezeki kepada saya (alias mau menggaji), semoga. Hehhehehe..
Jadi apa kesimpulannya?
Ternyata, tidak semua yang kita igninkan bisa tercapai. Kita bisa saja bercita-cita jadi astronot, tapi kadang jalan lain yang lebih indah telah dipersiapkan Tuhan kepada kita. Namun demikian, bukanlah hal yang tidak mungkin cita-cita kita bisa menjadi kenyataan, contohnya saja teman saya, dari TK dia bercita-cita menjadi guru, akhirnya sekarang dia berhasil menjadi guru. Yah..intinya kita harus tetap berusaha. Jadi, apa cita-citamu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar